Perempuan di Sektor Pertanian: Penggerak Produksi Pangan dan Ketahanan Pangan Berkelanjutan

Authors

  • Muhamad Imam Ngasim Author

Keywords:

Perempuan, Petani Perempuan, Pertanian, Ketahanan Pangan, Pertanian Berlanjut

Abstract

Ketika masyarakat membicarakan ketahanan pangan, perhatian sering kali tertuju pada luas lahan, jumlah produksi, harga komoditas, teknologi pertanian, atau hasil panen. Namun, ada satu kekuatan penting yang sering luput dari perhatian, yaitu perempuan yang bekerja dari tingkat lahan hingga meja makan keluarga. Mereka tidak hanya membantu aktivitas budidaya, tetapi juga mengambil bagian dalam pengolahan hasil, pemasaran, pengelolaan keuangan rumah tangga, hingga menentukan jenis pangan yang dikonsumsi keluarga. Peran tersebut membuat sektor pertanian memiliki hubungan yang sangat erat dengan kehidupan sosial dan ekonomi perempuan di pedesaan. FAO mencatat bahwa perempuan menghasilkan lebih dari 50% produk pangan dunia, sedangkan di Indonesia sekitar 38% tenaga kerja pertanian berasal dari perempuan .

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa perempuan memiliki posisi penting dalam menjaga keberlanjutan sistem pangan. Data ketenagakerjaan juga memperlihatkan gambaran yang kuat. Sektor pertanian menyerap sekitar 27,99% tenaga kerja nasional, sementara sektor pertanian menyerap 47,62% angkatan kerja perempuan di wilayah pedesaan . Pada budidaya padi sawah, kontribusi perempuan bahkan mencapai hingga 75% dari keseluruhan pekerjaan fisik di lahan, termasuk penanaman, penyiangan, dan pemanenan . Angka tersebut memperlihatkan bahwa kontribusi perempuan dalam pertanian bukan sekadar pelengkap, tetapi menjadi bagian penting dari proses produksi pangan sehari-hari.

Sayangnya, besarnya kontribusi tersebut belum selalu berjalan seiring dengan pengakuan ekonomi, akses terhadap sumber daya, maupun kesempatan mengambil keputusan. Banyak pekerja perempuan di pertanian masih masuk dalam kategori pekerja keluarga tanpa upah atau dianggap hanya membantu usaha keluarga . Kondisi tersebut dapat mengurangi peluang mereka untuk memperoleh pembiayaan, mengikuti pelatihan, memiliki lahan secara mandiri, serta mengembangkan usaha agribisnis. Karena itu, penguatan peran perempuan perlu menjadi bagian dari strategi pembangunan pertanian yang bertujuan menciptakan sistem pangan yang tangguh, inklusif, dan mampu menghadapi perubahan zaman.

References

Jumiati, A., Aryani, E. & Ikayani, E. S. “Sosialisasi Peran Perempuan dalam Mewujudkan Ketahanan Pangan di Desa Paulan Kecamatan Colomadu Kabupaten Karanganyar.” Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa 3(6), 2980–2984 (2025).

Ilham, D., & Alam, S. (2026). Perempuan, Ketahanan Pangan, dan Pertanian Berkelanjutan: Membangun Peradaban Inklusif Melalui Kepemimpinan Lokal di Era Society 5.0: Women, Food Security, and Sustainable Agriculture: Building an Inclusive Civilization Through Local Leadership in the Era of Society 5.0. ASCIDIA: As’ adiyah Multidisciplinary Proceedings, 1(3), 159-164.

GoodStats. “Hampir 28% Pekerja Indonesia Berada di Sektor Pertanian pada 2025.”

DP3AK Provinsi Jawa Timur. “47,62% Angkatan Kerja Perempuan di Perdesaan dari Sektor Pertanian.” https://dp3ak.jatimprov.go.id/news/4762-angkatan-kerja-perempuan-di-perdesaan-dari-sektor-pertanian

Indonesian Journal. “38 Persen Tenaga Kerja Pertanian Nasional Disumbang Perempuan Petani.”

Food and Agriculture Organization (FAO). Women in Agriculture, Environment and Rural Production. https://www.fao.org/4/AD520e/AD520e00.pdf

Food and Agriculture Organization (FAO). Country Gender Assessment of Agriculture and the Rural Sector in Indonesia. https://openknowledge.fao.org/handle/20.500.14283/ca6110en

Harudin, L. et al. “Peran Gender dalam Pemberdayaan Agribisnis Masyarakat Desa.” Jurnal Ilmiah Multidisiplin Mahasiswa dan Akademisi 1(3), 149–162 (2025).

Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga. “Giat Kelompok Wanita Tani (KWT).”

“Hubungan Program Pekarangan Pangan Lestari (P2L) dan Ketahanan Pangan Rumah Tangga.”

Barki, K. & Burhan, A. “Peran Gender dalam Ketahanan Pangan: Tantangan Wanita Menghadapi Perubahan Iklim di Sektor Pertanian” (2025).

Food and Agriculture Organization (FAO). “The Gender Gap in Land Rights.”

“Pemanfaatan Kredit Usaha Rakyat (KUR) untuk Peningkatan Pendapatan Usaha Tani.”

Kementerian Pertanian Republik Indonesia. “KUR Sektor Pertanian: Solusi Modal bagi Petani Milenial.”

Downloads

Published

30-09-2026

How to Cite

Imam Ngasim, M. (2026). Perempuan di Sektor Pertanian: Penggerak Produksi Pangan dan Ketahanan Pangan Berkelanjutan. AGRINOW! : Buletin Pertanian, 2(9), 52-65. https://www.ejournal.rumahtani.com/index.php/AgriNow/article/view/47